Kamis, 25 Februari 2010

"Pensil vs penghapus"

19 Februari 2010
14:41
Ketika lahir ke dunia ini setiap manusia dihadiahi sebatang pensil oleh Allah. Pensil ini adalah pensil ajaib. sebatang pensil yang tak kan pernah habis walau terus digunakan sampai habis masa usia kita. Dengan pensil ajaib yang kita miliki, kita dapat menuliskan semua impian yang ingin kita capai.
Namun , harapan-harapan yang telah kita tulis dengan rapi itu ternyata tidak semuanya menjadi kenyataan. harapan-harapan itu berubah begitu saja. Bagaimana mungkin?Harusnya dengan pensil tanpa penghapus itu apapun yang telah kita tulis takkan dapat dihapus lagi.
Barang kali ada yang terlupakan oleh kita… kita memang punya pensil tapi kita tidak memegang penghapusnya. Allah memegang penghapusnya. Allah membaca lalu menghapus dan mengganti harapan kita menjadi yang lebih baik.
So…teruslah menuliskan setiap harapan yang kita punya,walau nantinya beberapa dari harapan yang telah kita tuliskan itu dihapus oleh Allah. Ga pa-pa Allah akan menggantikan harapan kita dan mewujudkannya menjadi lebih indah dari yang kita harapkan. Percaya ? Lanjutkanlah menulis, bagi yang ga percaya, ya udah ga usah nulis lagi :-P
»»  Baca selengkapnya...

Jangan Asal Insya-Allah

19 Februari 2010
15:36
Suatu siang yang cerah si fulana kedatangan tamu istimewa..
"ful besok kita pergi ke mall yuk, katanya ada diskon besar-besaran nih..."kata tamunya dengan penuh semangat.
"ehm…insya-Allah deh"dengan nada agak berat, soalnya si Fulana sedang menderita kangker (kantong kering)
Nah…kira-kira si fulana bakal pergi ga?

Kita bisa lihat kalo insya-Allah yang fulana maksud disini 99% tidak akan datang. Nah lo???

insya-Allah yang seperti ini kah yang dimaksud? Mari kita intip lagi surat cinta Allah dalam surah Al-kahf ayat 23-24:
18:23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,
18:24. kecuali (dengan menyebut): "Insya-Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".

Jelas banget kan,kalo insya-Allah yang dimaksud itu kita harus berhati-hati dengan janji dan kegiatan yang akan(belum kita kerjakan) karena kita tidak dapat menjamin apakah kita dapat melakukannya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita sehingga mungkin saja apa yang telah kita janjikan tidak dapat kita tepati. Semuanya terjadi dengan kehendak Allah. Bila Allah mengizinkan kita dapat melakukannya tapi bila Allah tidak mengizinkan kita tidak akan dapat melakukannya.

Makna yang lebih indah dari Kata insya-Allah juga menunjukkan ketundukkan kita kepada Allah, mengakui bahwa kita adalah hambanya yang lemah yang tak mampu berbuat apa-apa tanpa izin dari-Nya.
»»  Baca selengkapnya...